Sejak akhir Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel membombardir Republik Islam Iran, dunia pun ikut memanas hingga hari ini. Peluru kendali (rudal) balistik lintas negara, drone, dan proxy pun meluncur sahut-menyahut. Peta penerbangan lintas Timur Tengah, terutama kawasan Teluk Persia berubah drastis. Ada yang menarik dari perang ASIS-Iran ini, yaitu memanfaatkan video animasi Lego sebagai alat propaganda perang.
Apa itu Alat Propaganda Perang
Dari ringkasan AI dituliskan bahwa, propaganda adalah penyebaran informasi secara sistematis—berupa fakta, argumen, rumor, atau kebohongan—yang dirancang khusus untuk memanipulasi opini publik, kepercayaan, sikap, atau perilaku khalayak. Ini adalah teknik komunikasi yang sering kali menyesatkan untuk meyakinkan orang agar menerima pandangan atau tindakan tertentu, terutama dalam bidang politik dan perang.
Alat propaganda perang adalah sarana komunikasi yang digunakan negara untuk memengaruhi opini publik, menjaga moral pasukan, dan menjatuhkan mental musuh selama konflik. Media utamanya mencakup poster, radio, film, selebaran, dan kini media sosial serta kecerdasan buatan (AI). Propaganda menanamkan kebencian, memanipulasi informasi, dan sering kali menyebarkan narasi palsu demi tujuan perang.
Dunia mengenal adanya Perang Dunia I dan Perang Dunia II, dan media massa yang saat itu relatif baru memainkan peran penting dalam memobilisasi opini publik untuk mendukung perang.
Propaganda dapat digunakan untuk mengumpulkan dukungan untuk memasuki perang, untuk mempertahankan dukungan terhadap perang yang sedang berlangsung, untuk membenarkan atau melegitimasi tindakan tertentu selama perang.
Selain itu, juga untuk mengarahkan simpati publik terhadap kelompok asing tertentu atau menjauhi kelompok lain, melemahkan semangat pasukan musuh, mendorong pemberontakan terhadap pemerintah atau militer musuh, atau mengembangkan simpati di antara bangsa musuh terhadap bangsa penyerang sebelum invasi.
Video Animasi Lego
Kita mengenal LEGO sebagai alat permainan buatan perusahaan dari Denmark yang telah dirintis sejak tahun 1916.
Dalam perkembangannya, Lego adalah sejenis alat permainan bongkah plastik kecil yang terkenal di dunia, khususnya di kalangan anak-anak atau remaja, baik lelaki maupun perempuan. Bongkah-bongkah ini serta kepingan lain bisa disusun menjadi model apa saja. Mobil, kereta api, bangunan, kota, patung, kapal, kapal terbang, pesawat luar angkasa serta robot, semuanya bisa dibuat.
Baru-baru ini lewat di beranda FB saya animasi yang tokoh-tokohnya boneka Lego dan berbagai bentuk yang sering kita temui di mainan tersebut. Bentuk rumah, kendaraan, pesawat, dan lain-lain.
Sekilas, video-video ini tampak seperti adegan dari film Lego, meskipun lebih hidup dan bertempo cepat.
Animasi tersebut memeragakan peristiwa perang yang terjadi di Teluk Persia, terutama antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Uniknya backsoundnya irama rap lengkap dengan narasi penyanyinya.
Namun, video-video AI viral yang terinspirasi oleh estetika Lego yang langsung dikenali ini menampilkan anak-anak yang sekarat, jet tempur, dan Presiden AS Donald Trump, terlihat nyata merupakan alat propaganda perang pro-Iran.


cuplikan animasi dari FB Dina Y. Sulaeman
Awam pun terkesima dan mencari tahu siapa pembuat video animasi tersebut.
Sebuah podcast BBC, Top Comment, baru-baru ini merilis wawancara dengan perwakilan dari Explosive Media, salah satu akun utama yang menghasilkan klip-klip ini. Mereka ingin disebut sebagai Mr.Explosive.
Mr.Explosive adalah media sosial yang awalnya menyangkal bekerja untuk pemerintah Iran. Dalam wawancara sebelumnya, media tersebut mengatakan bahwa mereka “sepenuhnya independen”. Tetapi setelah ditanya lebih lanjut, Mr.Explosive mengakui bahwa rezim tersebut adalah “klien” – sesuatu yang belum pernah dikonfirmasi secara publik sebelumnya.
Belum diungkap siapa para animator hingga pengisi suara video ini, tetapi issuenya adalah generasi muda Iran. Seperti kita ketahui, sejak lama, cinematografi Iran memang telah mendunia dan banyak memenangkan award.
Pesan utama dari video-video ini adalah bahwa Iran sedang melawan apa yang dianggapnya sebagai penindas global yang maha kuasa: Amerika Serikat.
Klip-klip tersebut mencolok dan sama sekali tidak halus—tetapi hal itu tidak mengurangi antusiasme orang-orang dalam membagikannya dan mengomentarinya.
Dalam salah satu video, Donald Trump terjatuh di tengah pusaran dokumen “berkas Epstein” sementara lirik rap mengatakan “rahasia-rahasia itu bocor, tekanannya meningkat”.
Masih banyak cuplikan klip-klip tersebut beredar di dunia maya, walaupun YouTube sempat mem-band propaganda yang bernada melecehkan Amerika ini. Tetapi selalu ada yang baru dan ditunggu oleh masyarakat.
Penutup
Sampai hari ini ketegangan di Teluk Persia memang belum usai. Selat Hormuz masih tertutup dan Amerika Serikat bahkan melakukan blokade.
Harga-harga mulai melambung, hampir semua negara di dunia mulai menjerit dengan makin langkanya bahan bakar minyak.
Di saat yang sama, peperangan malah divisualisasikan dalam video animasi Lego. Di satu sisi, menjadi alat propaganda perang, tetapi di sisi lain, “penonton” diarahkan untuk memihak dalam sebuah narasi yang dikonstruksi secara matematis oleh algoritma.
Di luar semua itu, perang ini mengingatkan kita, bahwa kedaulatan sebuah negara di masa depan juga harus dibangun di atas kedaulatan narasi digital, yang kali ini Amerika Serikat terseok-seok.

