You are currently viewing Jenis Kereta Cepat di Dunia, Indonesia Punya Juga

Jenis Kereta Cepat di Dunia, Indonesia Punya Juga

Jenis Kereta Cepat – Kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akhirnya diresmikan dan uji coba publik ke masyarakat Indonesia pada 15 September 2023 yang lalu. Setelahnya berbagai promo dipublish ke masyarakat, mulai dari cara pemesanan hingga berbagai tips memilih tempat duduk.

Kereta cepat yang diberi nama Whoosh ini awalnya hanya bisa dipesan melalui aplikasi khusus KCIC, tetapi sekarang pun sudah bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access, OTA, dan e-wallet bank-bank tertentu.

Terlihat antusias berbagai lapisan masyarakat untuk melakukan perjalanan Jakarta-Bandung tersebut, apalagi jarak tempuh yang tergolong singkat hanya 45 menit untuk jarak tempuh 142,4 km. Cara ini cukup praktis bagi yang berangkat dari Jakarta Timur, karena stasiun KCJB di Jakarta ada di Halim.

Nah, sebetulnya ada jenis kereta cepat apa saja nih di dunia? Yuk, kita simak artikel berikut.

Kereta Cepat Inovasi Kereta Api Moda Transportasi Nyaman

Melakukan perjalanan jauh naik kereta api tuh merupakan pilihan yang cukup nyaman. Kita tidak terkendela kemacetan di jalan, bisa sambil kerja secara online, makan, tidur, dan ke toilet.

Inovasi kereta api memudian melahirkan kereta cepat yang tidak berbahan bakar minyak bumi tetapi memakai energi listrik.

Jenis kereta cepat, atau yang sering disebut sebagai high-speed train, telah menjadi bagian penting dari sistem transportasi di beberapa negara di dunia. Beberapa contoh sistem kereta cepat yang terkenal di dunia:

Shinkansen (Jepang)

Menurut sejarah merupakan salah satu sistem kereta cepat tertua dan terkenal di dunia. Diluncurkan pada tahun 1964, Shinkansen terkenal karena
kecepatan, keamanan, dan ketepatan waktu.

Jalur pertama Shinkansen sepanjang 514 kilometer, yang menghubungkan Tokyo-Yohohama-Nagoya-Kyoto-Osaka ini disebut sebagai Tokaido Shinkansen. Saat ini, Jepang memiliki layanan kereta cepat tersibuk di dunia yang membawa lebih dari 420.000 penumpang pada hari kerja.

Nah, salah satu Shinkansen yang paling cepat di Jepang saat ini adalah JR East E5 yang juga menempati urutan ke-10 sebagai kereta tercepat di dunia. Kereta dari Japan Railways East (JR East) ini dapat melaju hingga 321 km/jam di jalur Tokyo hingga Shin Aomori.

TGV (Prancis)

Setelah Jepang mengoperasikan kereta cepat Shinkansen, kemudian menyusul beberapa perusahan kereta cepat di Eropa.

Salah satu kereta cepat paling terkenal di Eropa, adalah TGV (Train à Grande Vitesse) memiliki jaringan yang luas di Prancis dan negara-negara tetangganya.

Kereta ini mulai dikembangkan oleh Alstom dan SNCF pada 1974 hingga akhirnya dapat diselesaikan pada 1981. Hebatnya lagi, TGV ini mampu meluncur dengan kecepatan 380 km/jam, lebih cepat dari Shinkansen, yang melayani perjalanan dari Paris menuju Lyon..

ICE (Jerman)

Jerman juga meluncurkan layanan kereta kecepatan tinggi pertama yang bernama ICE One atau Intercity Express pada tahun 1991. Kereta ini terkenal karena kecepatan dan efisiensi dalam perjalanan di antara kota-kota besar di negara tersebut.

InterCityExpress (ICE) merupakan kereta kecepatan tinggi pertama yang dapat beroperasi di jaringan rel konvensional dengan kecepatan maksimum 280 km per jam.

Setelahnya negara lain di Eropa seperti Italia, Spanyol, dan Rusia, juga mengembangkan moda trasportasi kereta cepat.

Haramain High-Speed Railway (Saudi Arabia)

Salah satu proyek kereta cepat adalah menghubungkan Makkah, Madinah, Jeddah, dan kota-kota penting di Arab Saudi.

Konstruksi proyek ini dimulai pada bulan Maret 2009 dan, setelah sembilan tahun pembangunan, sistem ini secara resmi diresmikan pada tanggal 25 September 2018, dibuka untuk umum pada tanggal 11 Oktober 2018.

Terutama populer dipergunakan untuk transportasi pada masa umroh dan haji, sehingga diharapkan mengurangi kemacetan pada saat puncak ritual ibadah.

CRH (China)

China Railway High-speed (CRH) adalah jaringan kereta cepat yang berkembang pesat di Tiongkok. Dikenal karena kecepatan dan luasnya jaringan, CRH menghubungkan banyak kota di seluruh Tiongkok.

Kereta cepat di Tiongkok diperkenalkan pada tahun 2003 yang menghubungkan Qinhuangdao–Shenyang.

Selanjutnya dikembangkan jalur Beijing dan Tianjin yang diperkirakan menempuh jarak sekitar 117 km dengan kecepatan kereta yang mencapai 350 km per jam. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 2013, China telah berhasil membangun jaringan rel kereta cepatnya sepanjang 10.000 km.

Setelah itu, China terus memperluas jaringan kereta cepat dengan membangun ribuan kilometer jalur kereta cepat di seluruh
negeri
dan luar negeri.

Penutup

whoosh, sumber: hani

 

Indonesia mulai akhir tahun 2023 ini mulai mengoperasikan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. KCJB yang dibawah manajeman KCIC, proyek konstruksinya mendapatkan suntikan modal dan teknologi dari China.

Keretacepat Whoosh ini melalui empat stasiun, yaitu Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar. Selama perjalanan 45 menit tersebut penumpang akan melalui enam buah terowongan dan sebagian besar melalui jalur rel khusus dengan struktur di atas tanah.

Di masa-masa yang akan datang kemungkinan dikembangkan pula layanan kereta cepat dari Jakarta ke Surabaya, sehingga masyarakat akan semakin leluasa memilih moda transportasi.

Semoga bermanfaat.

 

This Post Has One Comment

Tinggalkan Balasan